Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

Analisa Peluang Usaha Keripik Singkong

Kebutuhan terhadap produk keripik singkong masih cukup besar, pangsa pasarnya masih cukup luas dan beragam. Kalau Anda menjualnya dengan gerobak dorong tentunya sasarannya adalah masyarakat menengah ke bawah, namun bila Anda mengemasnya dengan baik tentunya Anda bisa menentukan target pasar menengah ke atas.

Apalagi kalau Anda punya sepuluh gerobak dorong untuk berusaha, Anda bisa menjadi juragan usaha keripik singkong. Tetapi, untuk memulai sebuah usaha mulailah yang kecil dulu, selami dan pahami karakteristik usaha keripik singkong. Kalau tidak punya gerobak dorong, mulailah dari rumah Anda sendiri, kenalkan produk Anda ke teman-teman dekat, tetangga-tetangga Anda, seluruh tetangga di kampung, tentunya mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli produk keripik singkong Anda disamping Anda harus menyediakan ‘tester’ sebagai ‘cicip-cicip’.

Nah, kalau produk Anda diterima mulailah untuk menitipkan produk Anda ke toko-toko, bisa swalayan, supermarket, atau toko khusus pusat oleh-oleh di kota Anda. Tentunya, Anda harus mengemasnya dengan baik dan diberi merek. Namun adakalanya toko pusat oleh-oleh hanya mau menerima kemasan kosongan tanpa merek dan merek atau labelnya akan diberi sendiri oleh toko tersebut. Tidak masalah, sepanjang Anda tidak dirugikan dan keuntungan yang Anda harapkan terpenuhi.

Di samping itu pusat oleh-oleh biasanya sudah punya surat ijin produksi atau ijin lainnya dari instansi terkait dan Anda tidak perlu repot-repot untuk mengurusnya. Tetapi lebih baik Anda harus mengurus ijin apabila Anda memberi kemasan pada produk Anda, biar produk Anda tidak dikatakan ilegal.
Bagaimana kalau dijual pakai gerobak dorong? Lazimnya ya harus mengurus ijin lebih dulu, karena biaya perijinan untuk pemula memang agak berat, tidak mahal sebenarnya untuk mengurus perijinan, sambil produksi Anda bisa menanyakan ke dinas industri kecil atau ke instansi terkait lainnya.

Sebagai langkah awal untuk memulai usaha keripik singkong adalah siapkan singkong yang telah dikupas dan dicuci bersih, dipotong bulat tipis-tipis. Rendam irisan tersebut dalam air kapurselama sekitar 1 sampai 4 jam untuk memperoleh kualitas keripik yang lunak dan renyah. Anda bisa melakukan percobaan dengan beberapa variasi lama perendaman, karena air kapur akan mempengaruhi tekstur dari keripik singkong. Untuk memberi rasa asin bisa diberi garam.

Setelah perendaman ditiriskan sejenak dan mulailah menggoreng. Paling bagus jika minyaknya benar-benar mendidih dengan api yang sedang. Pakailah minyak goreng yang banyak sehingga irisan singkong terendam dalam minyak goreng. Bila sudah kekuningan lantas diangkat.

Dari tahap ini Anda bisa memberi rasa lain terhadap keripik singkong Anda, keripik singkong rasa manis, rasa balado, rasa itali, atau rasa lainnya yang menurut Anda benar-benar bisa berbeda dengan produk keripik singkong lainnya. Lebih baik rasanya disesuaikan dengan dari daerah Anda sendiri, karena itu bisa membuat perbedaan. Untuk kemasan keripik singkong, Anda bisa menggunakan kantong plastik yang di desain dengan menarik, untuk melekatkan kantong plastiknya bisa digunakan hand sealer , alat pengemas plastik.
Mengenai harga, Anda bisa survey harga ke pasar dan toko-toko terdekat, saat ini harga keripik singkong di pasaran per kemasan bervariasi dari Rp. 2.500,- hingga Rp. 5.000,-, tergantung dari target pasarnya.

Selamat berusaha dan terus berinovasi!

Bisnis Kue Kering

Peluang Usaha Bisnis Kue Kering
Bisnis Kue Kering memang sebuah bisnis yang musiman dimana akan sangat laku saat menjelang perayaan hari raya seperti lebaran. Hari raya akan terasa lebih lengkap jika terdapat kue kering, seperti hari raya lebaran, natal atau tahun baru. Oleh karena itu, ini adalah peluang yang bagus sekali untuk difokuskan menjelang perayaan hari raya. Beberapa macam kue kering adalah seperti, nastar, kastengel, putri salju, kue keju dan masih banyak aneka kue kering lainnya.
Jika Anda merasakan animo dari masyarakat, permintaan kue kering selalu meningkat tajam menjelang hari raya lebaran, bahkan hingga 200% dari permintaan pasar. Tingginya permintaan ini merupakan peluang bagi Anda yang mencari peluang usaha atau peluang bisnis.

Berbagai macam media promosi bisa digunakan dalam memasarkan bisnis musiman kue kering ini, mulai dari internet, bbm (blackberry messenger), mulut ke mulut, titip brosur atau bahkan menitipkan dagangan ke toko-toko yang ramai dikunjungi. Dan kue kering ini juga bisa Anda tawarkan ke perusahaan, terkadang mereka membutuhkan parcel untuk silahturahmi dengan sesama. Dan jika memang Anda terbukti bagus dalam pelayanan dan rasa, bukan tidak mungkin akan terjadi repeat order di masa yang akan datang.

Dari sisi produk sendiri, sebagai pelaku usaha Anda harus memperhatikan kualitas produk kue kering yang di produksi. Jika ingin menggunakan bahan tambahan seperti bahan pengawet, bahan pewarna serta bahan pemanis pilihlah bahan yang khusus untuk makanan. Pastikan kue kering yang kita hasilkan selain enak , juga aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan para konsumen
.
Untuk kemasan produk, Anda bisa membuat kemasan yang menarik minat para konsumen. Tampilan yang menarik akan membuat nilai jual produk menjadi jauh lebih tinggi.  Demikian peluang usaha bisnis kue kering, semoga bisa membantu Anda mendapatkan ide untuk memulai bisnis musiman yang selalu ramai menjelang hari raya atau hari besar di negara kita ini.

Usaha Jagung Bakar, Omzet-nya Bisa Rp 12 Juta


Salah satu usaha yang dapat dilaksanakan adalah dengan menggunakan jagung sebagai bahan baku usaha jagung bakar. Pemahaman akan jagung bakar sangat diperlukan karena jagung bakar yang akan dijual tidak sembarang jagung. Menurut beberapa penjual, jagung bakar bonanza sangat diperlukan, terutama yang manis. Kualitas jagung tergantung kesegaran.

Sebaiknya, penjual hanya membeli jagung untuk keperluan dua hari, yaitu hari ini dan hari esok. Jagung dapat dibeli di pasar seharga Rp 1.500 hingga Rp 2.200 per buah.

Selanjutnya, penjual jagung harus membeli bumbu jagung yang sudah tersedia di pasar dan dibeli per satu paket dengan harga sekitar Rp 40.000 hingga Rp 60.000. Jenis bumbu yang tersedia, yaitu bumbu rasa untuk manis dan bumbu pedas. Bumbu ini dapat dipergunakan untuk sekitar 100 jagung.

Bumbu tersebut dioleskan ke jagung setelah jagung dianggap sudah matang pada pemanggangan. Setelah dioleskan, jagung kelihatan menarik dan siap untuk disantap konsumen.

Penjual jagung bakar harus memiliki pemanggang jagung dan menggunakan arang batok kelapa untuk memanggang jagung. Arang batok kelapa bisa dibeli dari beberapa tempat dan bisa dipersiapkan untuk beberapa hari. Satu bungkus arang batok kelapa dapat dibeli senilai Rp 10.000 untuk 50 jagung. Pemanggangan jagung dibuat sedemikian rupa sehingga api batok kelapa bisa mengenai jagung. Berdasarkan pengamatan dari penjual jagung bakar, jarak bara arang batok kelapa dengan jagung sekitar 2 sentimeter. Ketika jagung dibakar sedemikian rupa, penjual melakukan pengipasan terhadap arang batok kelapa sehingga mempunyai bara/api dan jagung diputar agar mempunyai pemangggangan yang merata.

Penjual jagung harus mempunyai gerobak dorong untuk menjajakan jagung. Pada umumnya biaya pembuatan gerobak ini sekitar Rp 400.000 sampai dengan Rp 750.000 serta sekitar Rp 25.000 untuk peralatan pembakaran jagung. Penjualan jagung bakar tersebut selayaknya dilakukan pada malam hari sehingga memerlukan lampu petromaks untuk penerangan setiap hari dan merupakan ciri khas penjual jagung bakar.

Penjualan jagung bakar dapat dilakukan sendiri oleh pihak yang ingin berusaha, tetapi juga bisa dilakukan pegawai. Bila dilakukan sebagai usaha, pemodal bisa mempekerjakan beberapa penjual yang menerima gaji harian. Diberikan juga bonus atas penjualan jagung berdasarkan jumlah jagung yang terjual, tetapi harus mendapatkan jumlah minimum yang terjual setiap harinya.

Penjual bisa menjajakan jagung bakar keliling kompleks perumahan. Hindari keberadaan beberapa penjual jagung dalam satu kompleks. Penjual jagung bisa berkeliling kompleks atau mangkal di tempat strategis. Bila tempat mangkal menetap, harus dipikirkan biaya mangkal atau biaya hubungan sosial. Pemilik bisa melakukan survei ke kompleks tempat penjualan jagung untuk lebih paham akan bisnis yang dilakukan. Bila perlu, pemilik melakukan penjualan untuk satu hari dan tahu persis penjualan tersebut.

Penjual jagung bakar dapat menjual jagung bakar seharga Rp 8.000 sampai dengan Rp 11.000 per satu jagung. Penjual jagung harus bisa melakukan penjualan jagung paling sedikit 40 jagung. Dari penjualan 40 jagung tersebut, omzet minimumnya bisa sekitar Rp 400.000 per hari (atau bisa menjadi Rp 12 juta dalam sebulan). Keuntungan yang diperoleh pemilik atas penjualan jagung tersebut sekitar Rp 3.000 sampai Rp 6.000 per jagung tergantung harga penjualan jagung. Besar keuntungan yang diperoleh masih tergantung jumlah yang terjual.
Pada sisi lain, kebersihan atas gerobak dan peralatan serta jagung yang dijual merupakan faktor penting. Dengan demikian, pemilik atau penjual perlu memeriksa kebersihan sebelum berangkat menjual atau menjajakan jagung bakar.

Risiko
Risiko yang dihadapi pengusaha jagung bakar, antara lain, kualitas jagung yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Jagung yang didapat di pasar bukan jagung bonanza yang manis, tetapi jagung yang biasa rasanya sehingga tidak memuaskan konsumen. Akibatnya, konsumen tidak datang kembali untuk membeli. Ketidakdatangan konsumen mengakibatkan penjualan atau pendapatan menurun sehingga akan menimbulkan kemungkinan kerugian.

Risiko lain, tidak adanya konsumen yang membeli jagung bakar karena konsumen tidak tahu ada penjual jagung bakar dan lokasi penjualan. Informasi penjualan jagung bakar sangat perlu dilakukan oleh penjual. Tempat yang strategis menjadi pilihan yang harus dlakukan oleh penjual agar konsumen datang.

Risiko berikutnya, yaitu risiko cara pelayanan. Penjual jagung bakar melayani konsumen tidak sesuai dengan harapan konsumen.

Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan penjual jagung bakar, yaitu cara penjual melayani konsumen. Rasa hormat dan sikap santun kepada pembeli jagung bakar sangat diperlukan agar pembeli mau datang berulang kali. (Sumber : KOmpas.com)