Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Amatir Radio Indonesia di Jaman Penjajahan dan Perang Kemerdekaan

Pada saat berdirinya International Amateur Radio Union (IARU) tahun 1925, wilayah nusantara masih dikuasai oleh Belanda, dan pada saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia Pertama. Pada saat itu, komunikasi antara Netherland dengan Hindia Belanda (julukan untuk wilayah Nusantara) hanya mengandakan saluran kabel Laut yang melintas Teluk Aden yang dikuasai oleh Inggris.
Timbul kekhawatiran Belanda atas saluran komunikasi tersebut, mengingat Inggris terlibat dalam Perang Dunia Pertama tersebut sedangkan Belanda ingin bersikap netral. Oleh karenanya, dilakukanlah berbagai percobaan dengan menempatkan beberapa stasiun relay di Malabar, Sumatra, Srilangka dan beberapa tempat lagi.
Foto Bangunan Tempat Radio Malabar Berada
Foto Pemancar Radio Malabar yang sangat besar
Foto Pemancar Radio Malabar yang sangat besar
Radio Malabar, berdiri tanggal 5 Mei 1923, merupakan pemancar yang menggunakan teknologi arc transmitter terbesar di dunia. Tampak pada gambar samping adalah dua buah arc transmitter yang besar dengan kekuatan 2400kW yang dibuat oleh Klaas Dijkstra yang bekerja untuk Dr. Ir. De Groot. Input power pemancar Radio Malabar adalah 3,6 MegaWatt dan bekerja pada frekuensi 49.2kHz dengan panjang gelombang 6100m dengan menggunakan callsign PMM. Daya untuk pemancar Radio Malabar dibangkitlan oleh sebuah pembangkit tenaga air buatan Amerika yang terletak di Pengalengan dengan tegangan 25kV.
Radio Malabar merupakan cikal bakal amatir radio di Indonesia dan merupakan radio pertama di Indonesia untuk komunikasi jarak jauh. Frekuensi yang digunakan masih sangat rendah dalam panjang gelombang sangat panjang, tidak mengherankan jika [[antenna]] yang digunakan harus dibentangkan memenuhi gunung Malabar di Bandung Selatan. Sisa-sisa Radio Malabar masih terdapat di sana, yaitu berupa tiang-tiang antena-antena besar dan tinggi di tengah hutan.
Skema Antenna Radio Malabar Yang Meliputi Gunung
Skema Antenna Radio Malabar Yang Meliputi Gunung
Pada tahun 1925, Prof. Dr. Ir. Komans di Netherland berhasil melakukan komunikasi dengan Dr. Ir. De Groot yang menggunakan Radio Malabar di Pulau Jawa. Kejadian ini merupakan titik tolak masuknya Komunikasi Radio di Indonesia, dan Pemerintah Hindia Belanda mendirikan B.R.V. (Batavian Radio Vereneging) dan NIROM.
Para teknisi yang bekerja di kedua instansi ini umumnya adalah orang Belanda dan ada beberapa Bumi putra, terus menekuni sistem komunikasi radio dengan melakukan koordinasi dan eksperimen bersama para Amatir Radio di dunia. Mereka membentuk sebuah perkumpulan yang dikenal dengan nama Netheland Indice Vereneging Radio Amateur (NIVIRA).

Seorang anggota NIVIRA Bumi Putra dengan Callsign PK2MN, memanfaatkan kemampuannya dalam teknik elektronika radio untuk membakar semangat kebangsaan dengan mendirikan stasiun radio siaran yang diberi nama Solose Radio Vereneging (SRV) yang ternyata mendapat simpati rakyat.
Keberhasilan ini ditiru oleh beberapa Anggota NIVIRA Bumi putra dengan mendirikan stasiun radio siaran serupa, antara lain MARVO–CIRVO–VORO–VORL. Pada tahun 1937, mereka bergabung dengan membentuk Persatoean Perikatan Radio Ketimoeran (PPRK). Perhimpunan ini tidak dilarang oleh kolonial Belanda karena dengan banyaknya masyarakat memiliki pesawat penerima radio maka mereka akan dapat memungut pajak radio sebanyak­-banyaknya.

Era pendudukan Jepang di Nusantara telah memusnahkan seluruh perangkat komunikasi radio dan radio siaran yang ada, NIROM dikuasai dan diganti namanya menjadi Hoso Kanry Kyoku, dan kegiatan Amatir Radio dilarang. Akan tetapi, Amatir Radio Bumi Putra tetap berjuang dengan melakukan kegiatan secara sembunyi­-sembunyi guna menunjang perjuangan kemerdekaan dengan membentuk Radio Pejuang Bawah Tanah, dan tak sedikit Amatir Radio yang dipenggal karena dituduh sebagai mata­-mata Sekutu.

Selasa, 26 Juli 2011

Microsoft Imbau Pengguna Win XP Beralih ke Win 7

foto berita artikel Seperti yang kita tahu, Windows XP telah mencapai prestasi yang luar biasa karena jutaan pengguna PC sangat menyukainya. Tetapi saat ini Microsoft menyarankan agar para pengguna yang masih menggunakan Windows XP untuk beralih ke Windows 7.

Hal ini dikarenakan sistem operasi Wondows XP yang telah memasuki usia 10 tahun dan akan memasuki masa pensiun sekitar 3 tahun lagi.

Microsoft sendiri akan memberhentikan dukungan terhadap Windows XP pada tanggal 8 April 2014 kecuali pada pihak tertentu. Jadi Security Path dan Hotfixes tidak akan tersedia lagi. Sehingga hal ini menyebabkan sistem operasi sangat rentan.

Ada beberapa alasan bagi pelanggan untuk harus berpindah dari Windows XP ke Windows 7. Pengguna dapat dengan mudah berbagi file melalui HomeGrup dan berbagi konten gratis melalui Windows Media Player maupun Windows Media Center.

Windows 7 memiliki fitur back-up built in yang bekerja dengan cukup baik serta perbaikan menyeluruh pada user interface, seperti pencarian yang semakin baik, tampilan Windows serta taskbar baru untuk menempatkan aplikasi favorit. Fitur yang paling menyenangkan ialah Control-Alt-Delete benar-benar berfungsi bila terdapat aplikasi yang bermasalah.

Konsumen dan pelanggan korporat kemungkinan lebih tergoda untuk menunggu Windows 8, sayangnya microsoft belum mengumumkan secara resmi tanggal peluncuran sistem operasi terbaru mereka. Namun Foley Jo dari ZDNet melaporkan bahwa, Microsoft mencoba mendorong Windows 8 agar dapat beredar pada bulan April 2012. (fahrur)